Dia berbicara padamu….

May 5th, 2008

Pernah denger kata-kata "Islam itu adalah tentang ikhlas dan sabar"… Begitu
kira-kira dialog dalam Ayat-ayat cinta. Sebuah film yang tadinya aku
anggap film ecek-ecek (judulnya jayus banget sih), tapi akhirnya mampu
membuatku menitikkan air mata, tepat di dialog ini.

Dalam
banyak hal kita diuji dalam keikhlasan dan kesabaran sebagai bagian
dari hidup. Ketika kita diliputi masalah atau (yang kita sebut) ketidak
beruntungan, justru saat itulah Tuhan sedang bertanya padamu dengan
caraNya sendiri; Apakah kamu sudah islam? Apakah kamu sudah ikhlas?
Apakah kamu sudah sabar? Dan pertanyaan ini diulangNya berkali-kali
dalam fase-fase hidup kita, di setiap jenjangnya sampai kita mati.

   

Misalnya, beberapa waktu terakhir ini aku merasa ‘under’ banget. Ya underestimated, underencouraged, underpressured, undermotivated, undermined dan under-under yang lainnya. Sisi
paranoiaku memberikan sugesti someone is playing tricks on me. Ada aksi
ada reaksi. Apa yang harus dilakukan oleh seorang manusia yang sedang
menggebu-gebu ingin membuktikan dirinya pada dunia? Pasti membuktikan
kalau diriku bukan orang yang bisa dipermainkan. Atau benar begitu?
Ataukah sekali lagi dalam kehidupan ku Tuhan sedang berbicara padaku
tentang sabar dan ikhlas?

   

Atau
ketika akhirnya kebahagiaan datang, mampukah aku bersabar untuk tidak
terlalu berlebihan dalam mempergunakan kebahagiaanku.
Untuk benar-benar memastikan tidak ada yang akan menderita dibawah kebahagiaanku itu?

      

Kalau
terhadap penindasan kita membalas, dengan katalis emosi semuanya
berkembang jadi jutaan kali lipat dari seharusnya. Apa yang adil
menjadi kabur di mata kita. Apa yang bengkok menjadi lurus dalam
perspektif kita. Padahal kalau kita bersabar dan menyerahkan keadilan
pada Yang Maha Adil, tangan kita bersih pembalasan pun jauh lebih
manis, karena hanya Dia yang tahu isi masing-masing manusia dan bisa
membalaskan dengan porsi yang tepat. 

 

Ironinya
terletak di bentuk kasih sayang Tuhan. Kita semua tahu semakin kita
dekat dengan seseorang semakin besar frekuensi komunikasi kita
dengannya (Nya dalam hal ini). Bagaimana jika Tuhan berkomunikasi
dengan insan yang dikasihinya melalui cobaan dan masalah? Padahal tak
jarang manusia berpikir cobaan yang sedang dialaminya tak lebih dari
hukuman sehingga mereka berteriak ”apa salahku?”. Atau mungkin justru
marah pada Tuhan dan merasa Tuhan sudah meninggalkannya. Padahal Tuhan
sedang berbicara padanya. Meninggikannya.

   

Jika
mengambil logika dari persamaan diatas, maka harusnya kita merasa
was-was ketika kita merasa tidak punya cobaan karena berarti Tuhan
tidak sedang berbicara dengan kita, dan seperti kita tahu, kita tidak
berkomunikasi dengan orang asing atau orang yang kita hindari/benci.

   

Jadi apa sudah saatnya kita malah mengharap cobaan supaya lebih dekat denganNya? Dan apakah kita sudah siap?




One Response to “Dia berbicara padamu….”

  1.   Yandri on September 9, 2008 6:41 pm

    gw gak nonton filmnya, abis gw udah antipati sama film Indonesia… Gw udah baca novel nya sih, dipinjemin qnoy…

    Sampai sekarang, kadang gw masih mengeluh, padahal Tuhan udah baik bgt ama gw, tapi gak tau kenapa, lidah gw, batin gw spt merasa kurang menyukuri Nikmat-Nya….
    Kayaknya gw butuh terapi nih….. terapi mental…………….

Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind